Archive

Archive for August, 2007

perdagangan internasional

Perdagangan internasional

Masalah yang sering timbul pada perdagangan internasional

- Kekuatan hukum negosiasi
- Akseptasi yang berbeda dengan tawaran
- Perlu tidaknya suatu consideration
- Keharusan kontrak tertulis
- Waktu dianggap tercapainya kata sepakat

Dasar hukum pada jual beli internasional

- Ketentuan dalam kontrak tersebut berdasarkan prinsip kebebasan berkontrak
- Ketentuan dalam undang-undang tentang hokum kontrak
- Kebiasaan bisnis
- Yurisprudensi
- Kaidah hokum perdata internasional
- Konvensi-konvensi internasional

Categories: hukum bisnis

franchise

Sering disebut juga dengan istilah waralaba, adalah suatu cara melakukan kerjasama dibidang bisnis antara 2 atau lebih perusahaan, dimana satu pihak akan bertindak sebagai franchisor dan pihak lain sebagai franchisee, dimana didalamnya diatur bahwa pihak franchisor sebagai pemilik suatu merek terkenal memberikan hak kepada franchisee untuk menjalankan usaha atas nama franchisor atas dasar kesepakatan yang telah direncanakan, dan sebaliknya pihak franchisee akan memberikan sejumlah imbalan tertentu.

Unsur-unsur franchise
- Adanya minimal dua pihak (franchisor dan fanchisee)
- Adanya penawaran paket usaha dari franchisor
- Adanya kerjasama pengelolaan unit usaha
- Dipunyainya unit usaha oleh franchisee yang akan memanfaatkan paket usaha dari pihak franchisor
- Adanya kontrak tertulis

Konsep bisnis
Penekanan total pada bidang pemasaran dengan konsep p4 : product, price, place, promotion

Tertib hukum franchise :
1. Suatu franchise harus didaftarkan
2. Memegang teguh prinsip keterbukaan informasi
3. Diperlukan suatu asosiasi franchise yang teguh
4. Diperlukan kode etik
5. Perlu gidelines dari pemerintah

Categories: hukum bisnis

perbedaan agen dan distributor

Banyak istilah dalam teori hukum maupun praktek ditujukan untuk pengertian agen atau distributor ini. Misalnya adalah sebagai berikut : broker, pialang, dealer, makelar, kommisioner, ekspeditur, calo, dll. Meskipun banyak istilah namun yang sering dipakai adalah agen dan distributor.

Yang dimaksud agen adalah seseorang atau suatu perusahaan yang mewakili pihak lainnya ( yang disebut dengan principal) untuk melakukan kegiatan bisnis, sedangkan distributor adalah seseorang atau suatu perusahaan yang menjual barang dari suatu produsen namun tidak mewakili pihak principal (tidak berhubungan).

Perbedaan agen dan distributor :

1. Hubungan dengan principal
Agen menjual barang/jasa atas nama principal, sedangkan distributor atas namanya sendiri
2. Pendapatan perantara
Pendapatan agen adalah komisi dari hasil penjualan, sedangkan bagi distributor adalah laba dari selisih harga beli dari principal dengan harga jual ke konsumen
3. Pengiriman barang
Dalam hal keagenan barang dikirim langsung dari pihak principal, sedang pada distributor adalah dari principal ke distributor baru kemudian ke konsumen
4. Pembayaran harga barang
Pihak principal langsung menerima pembayaran tanpa melalui pihak agen, sedengkan dalam hal distribusi, distributorlah yang menerima pembayaran

Dasar hukum pengaturan keagenan dan distribusi

1. KUH Perdata tentang kebebasan berkontrak
2. KUH Perdata tentang kontrak pemberian kuasa
3. KUH Dagang tentang Makelar
4. KUH Dagang tentang komisioner
5. Dalam bidang khusus, seperti yang mengatur tentang dealer atau pialang saham
6. Dalam peraturan administrative

Jenis keagenan

1. Agen manufaktur
2. Agen penjualan
3. Agen pembelian
4. Agen umum
5. Agen khusus
6. Agen tunggal/eksklusif

Categories: hukum bisnis

contoh penerapan crm (pada website sahabat nestle)

1.Membangun database pelanggan yang kuat

Sebagai perusahaan yang menangani pelanggan retail tentu saja pengumpulan data yang dilakukan oleh nestle membutuhkan system dan prosedur pengumpulan data yang lebih kompleks, dan cara yang dilakukan adalah dengan membuat pelanggan mendaftar dan mengisi sendiri sejumlah pertanyaan dan informasi yang diajukan dalam proses pendaftaran untuk menjadi member pada website www.sahabatnestle.co.id. Untuk menarik pelanggan agar memberikan data-datanya nestle menawarkan benefit untuk pelanggan yang sudah terdaftar menjadi member.

2.Membuat profil dari setiap pelanggan

Data yang didapat dari member yang telah terdaftar tentunya akan memberikan gambaran bagi pihak nestle tentang kebutuhan, keinginan, dan juga concern pelanggan tentang produk atau layanan perusahaan. Hasil dari proses inilah yang nantinya akan dipakai oleh nestle untuk menentukan aktifitas marketing seperti apa yang cocok diaplikasikan kepada pelanggan mereka.

3.Analisis profiabilitas dari tiap-tiap pelanggan

Pada proses pendaftaran nestle mengajukan sejumlah pertanyaan tentang seberapa banyak pelanggan mengkonsumsi produk nestle serta berapa pengeluaran rutin yang dibelanjakan oleh pelanggan, hal ini bertujuan untuk menilai beberapa hal dari pelanggan, seperti penerimaan (revenue) yang diterima dari masing-masing pelanggan, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk melayani masing-masing pelanggan.

Aspek revenue dilihat dari beberapa hal:
-dari penggunaan produk yang pelanggan konsumsi sekarang
-Menghitung kemungkinan penggunaan produk di masa yang akan datang
-kemungkinan penggunaan produk atau layanan lain yang disediakan perusahaan

Aspek biaya adalah:
-biaya akuisisi
-biaya untuk mempertahankan pelanggan
-kesempatan yang hilang karena melayani pelanggan tersebut

Dengan memperhitungkan aspek tersebut maka pihak nestle akan dapat mulai memilih mana pelanggan yang memberikan keuntungan banyak dan mana yang tidak terlalu.
Pemilihan ini akan menjadi alat yang penting agar perusahaan dapat memberikan layanan sesuai dengan tingkat profitabilitas dari setiap pelanggan.

4.Interaksi dengan pelanggan yang lebih targeted dan customized

Dengan tingkat kebutuhan yang telah dipetakan, nestle dapat memberikan pelayanan yang lebih personal dan customized. Pelanggan akan merasa diperlakukan lebih personal dan akan memberikan pengalaman yang menarik dan mendukung proses kepuasan pelanggan, dan tentu saja dalam jangka panjang hal ini akan menimbulkan loyalitas pelanggan.

Selain aktifitas komunikasi yang lebih targeted, pihak nestle juga memberikan penawaran produk maupun layanan yang secara khusu didesain sesuai dengan keinginan pelanggan, misalnya mengirim email newsletter yang berhubungan dengan minat dan keinginan pelanggan serta memberikan beragam fitur yang dapat dipakai oleh member berdasarkan kebutuhannya, sehingga pelanggan akan lebih mudah dalam melakukan respond yang kemudian diharapkan akan berujung transaksi.

Pihak nestle lebih menitikberatkan layanan untuk mempertahankan pelanggan lama melalui berbagai program promo yang hanya disediakan untuk member.

Categories: manajemen pemasaran

customer relationship marketing

Customer Relationship Marketing (CRM) telah menjadi istilah yang semakin popular pada beberapa tahun terakhir ini. Ditambah dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin merambah berbagai aplikasi bisnis, CRM menjadi suatu proses bisnis yang menarik untuk diperbincangkan.

Kegiatan marketing adalah mengelola seluruh aspek dari daur hidup pelanggan, mulai dari acquisition, fulfillment, hingga retention dan CRM adalah strategi komprehensif dari perusahaan agar proses dari daur hidup pelanggan itu dapat dimanfaatkan dengan optimal.
Secara prinsip, tujuan diimplementasikannya konsep CRM adalah untuk menjalin suatu hubungan atau relasi yang “intim” antara perusahaan dengan masing-masing customer-nya, sehingga customer yang bersangkutan menjadi loyal dengan perusahaan terkait. Jelas terlihat di sini adanya hal-hal lain yang harus dipertimbangkan dalam CRM, seperti aspek psikologis, sosial, dan budaya, dan teknologi.
Seringkali dikatakan bahwa, pada dasarnya, penerapan CRM merupakan sebuah program change management bagi sebuah perusahaan yang berniat mengimplementasikannya secara efektif. Melihat hal tersebut, jelas terlihat bahwa pertimbangan penting yang harus dipikirkan oleh manajemen adalah kesiapan perusahaan untuk melakukan perubahan paradigma yang cukup mendasar. Yakni, dari perusahaan yang berorientasi produk menjadi perusahaan berorientasi customer, dari perusahaan yang menerapkan push management system menjadi pull management system, dari perusahaan yang berbasis fungsi/struktur menjadi perusahaan yang berbasis proses, dari perusahaan yang tidak perduli dengan pentingnya informasi, menjadi perusahaan yang information literacy-nya tinggi, dan lain sebagainya.

Database pelanggan:

Database pelanggan yang lengkap merupakan kunci utama pelaksanaan CRM, karena database pelanggan merupakan salah satu asset utama perusahaan yang juga dapat dihitung performanya sebagaimana performa financial yang lain, selain itu database pelanggan juga dapat digunakan sebgai ukuran “nilai perusahaan sekarang” dan kemungkinan performanya dimasa yang akan datang.

Categories: manajemen pemasaran
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.